Kawan Lisan, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa milik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia:
Dakwah adalah penyiaran agama dan pengembangannya di kalangan masyarakat; seruan untuk memeluk, mempelajari, dan mengamalkan ajaran agama .
Adapun Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah ﷺ dengan jelas menekankan pentingnya dakwah, kegiatan yang mulia ini. Allah سبحانه و تعالى berfirman dalam Surah Ali Imran (3:104):
وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى ٱلْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ ۚ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.”
Ayat ini memerintahkan agar di antara umat Islam, ada kelompok yang secara aktif menyeru kepada segala bentuk kebaikan. Mulai dari menganjurkan perbuatan yang dikenal baik (ma’ruf) menurut syariat, hingga mencegah segala perbuatan yang diingkari (munkar) oleh syariat.
Allah menjanjikan keberuntungan bagi mereka yang menjalankannya. Ayat ini menjadi landasan pentingnya dakwah sebagai kewajiban kolektif (fardhu kifayah), di mana jika sebagian umat telah melaksanakannya, gugurlah kewajiban bagi yang lain.
Tujuan Dakwah
Tujuan utama dari Dakwah adalah:
Menyampaikan Ilmu Agama Islam sesuai Al-Quran dan As-Sunnah sesuai Pemahaman Para Salafush Sholeh. Sesuai perintah Allah سبحانه و تعالى dalam surat At-Tawba ayat 100:
وَٱلسَّٰبِقُونَ ٱلْأَوَّلُونَ مِنَ ٱلْمُهَٰجِرِينَ وَٱلْأَنصَارِ وَٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُوهُم بِإِحْسَٰنٍ رَّضِىَ ٱللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا۟ عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّٰتٍ تَجْرِى تَحْتَهَا ٱلْأَنْهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ
Artinya: Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.
Menginformasikan dan menjelaskan ajaran Islam yang benar kepada seluruh umat manusia. Ini termasuk mengenalkan tauhid (keesaan Allah), ibadah, akhlak mulia, dan sistem kehidupan Islam secara menyeluruh.
Mengajak kepada Kebaikan (Ma’ruf): Mendorong orang lain untuk melakukan perbuatan baik yang diridhai Allah, seperti kejujuran, keadilan, kasih sayang, dan tolong-menolong.
Mencegah dari Kemungkaran (Munkar): Mengajak orang lain untuk menjauhi segala sesuatu yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya, seperti kebohongan, kecurangan, penindasan, dan perbuatan dosa lainnya.
Mendapatkan Ridha Allah: Setiap upaya dakwah yang ikhlas semata-mata ditujukan untuk mencari keridhaan Allah Ta’ala.
Tujuan utama dakwah adalah:
- Menyampaikan Ilmu Agama Islam sesuai Al-Quran dan As-Sunnah sesuai Pemahaman Para Salafush Sholeh. Sesuai perintah Allah سبحانه و تعالى dalam surat At-Tawba ayat 100:
- وَٱلسَّٰبِقُونَ ٱلْأَوَّلُونَ مِنَ ٱلْمُهَٰجِرِينَ وَٱلْأَنصَارِ وَٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُوهُم بِإِحْسَٰنٍ رَّضِىَ ٱللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا۟ عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّٰتٍ تَجْرِى تَحْتَهَا ٱلْأَنْهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ
- Referensi: https://tafsirweb.com/3116-surat-at-taubah-ayat-100.html
- Menginformasikan dan menjelaskan ajaran Islam yang benar kepada seluruh umat manusia. Ini termasuk mengenalkan tauhid (keesaan Allah), ibadah, akhlak mulia, dan sistem kehidupan Islam secara menyeluruh.
- Mengajak kepada Kebaikan (Ma’ruf): Mendorong orang lain untuk melakukan perbuatan baik yang diridhai Allah, seperti kejujuran, keadilan, kasih sayang, dan tolong-menolong.
- Mencegah dari Kemungkaran (Munkar): Mengajak orang lain untuk menjauhi segala sesuatu yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya, seperti kebohongan, kecurangan, penindasan, dan perbuatan dosa lainnya.
- Mendapatkan Ridha Allah: Setiap upaya dakwah yang ikhlas semata-mata ditujukan untuk mencari keridhaan Allah Ta’ala.
Hikmah di Balik Dakwah
Dakwah mengandung hikmah yang mendalam, baik bagi individu yang berdakwah maupun bagi masyarakat secara keseluruhan:
- Penyucian Jiwa (Tazkiyatun Nafs): Terlibat dalam dakwah membantu membersihkan hati dan jiwa dari sifat-sifat tercela. Mengajak orang lain kepada kebaikan juga mengingatkan diri kita sendiri untuk terus berbenah.
- Mempererat Ukhuwah Islamiyah: Dakwah membangun jembatan persaudaraan antar sesama Muslim dan bahkan dengan non-Muslim melalui interaksi yang baik dan penuh hikmah.
- Mendatangkan Keberkahan: Menyebarkan kebaikan adalah salah satu cara untuk meraih keberkahan dalam hidup. Ilmu yang disampaikan dan diamalkan akan terus mengalir pahalanya.
- Menjaga Masyarakat dari Kerusakan: Dengan adanya dakwah yang terus menerus, masyarakat akan lebih terjaga dari penyimpangan nilai dan moral.
- Meraih Pahala yang Besar: Rasulullah ﷺ bersabda: مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ الأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا “Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk, maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun.” (HR. Muslim) Penjelasan: Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim ini menjelaskan keutamaan orang yang mengajak kepada kebaikan atau petunjuk. Orang tersebut akan mendapatkan pahala yang sama dengan pahala orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang yang mengikuti tersebut. Ini menunjukkan betapa besarnya ganjaran bagi seorang da’i.
Memahami pentingnya, tujuan, dan hikmah dakwah yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah adalah langkah awal yang krusial sebelum kita melangkah lebih jauh dalam upaya mulia ini. Mari kita niatkan setiap perkataan dan perbuatan kita sebagai bagian dari dakwah, dengan mengharap ridha Allah semata.